Cara meningkatkan IPK
ini juga tulisan dari Sdr. Romi Satria yang bermanfaat bagi para mahsiswa
Haaareee geenee IPK masih rendah? ;) Ok untuk siswa atau mahasiswa yang bermasalah dengan nilai raport dan IPK, sepertinya perlu mengikuti kiat yang selama ini saya lakukan. Kiat yang saya lakukan adalah best practice, terbukti bin manjur bisa meraup dolar eh maksud saya nilai yang memuaskan, sudah saya buktikan sejak saya bersekolah di SMA dan 10 tahun di jurusan computer science di Saitama University. Kiatnya pasti banyak ya? Oh tidak, justru sangat sedikit, cuman ada dua. Kiatnya pasti nyontek ulangan atau copy paste tugas mandiri? Tidak sama sekali. Kiat saya halal dan toyib, jauh dari unsur kemaksiatan dan perbuatan tidak terpuji lain. Tertarik? Ikuti terus artikel ini.
Nah kiat mendapatkan nilai raport dan IPK tinggi itu hanya ada dua:
1.Kejar nilai untuk mata pelajaran atau mata kuliah yang secara umum tidak terlalu disenangi siswa/mahasiswa. Apa itu? Oh banyak, contohnya geografi, agama, kesenian, dsb atau untuk yang kuliah di jurusan computing, ada fisika dasar, teknik kompilasi, automaton/formal language, dsb. Lakukan survey kecil-kecilan ke temen seangkatan atau kakak angkatan, saya yakin banyak sekali mata kuliah yang tidak digemari mahasiswa. Intinya di mata kuliah yang diemohi mahasiswa itu, mereka biasanya down nilainya. Nah ini dia kesempatan kita, di saat nilai mereka “pasti rendah”, kita berdjoeang untuk nilai “pasti tinggi” … hehehe. Nah hasil dari tahap satu yaitu kalau ada IPK khusus untuk “mata kuliah tidak populer” kita pasti nomor satu :)
2.Sudah mantab dengan langkah satu? Langkah dua adalah jangan berhenti, lanjutkan mengejar nilai untuk mata pelajaran atau mata kuliah yang secara umum disenangi siswa/mahasiswa … hehehe. Belajar keras, kerjakan semua tugas, kalau perlu kejar terus dosen kalau ada yang masih nggak ngerti di mata kuliah “populer” itu. Kalaupun kita tidak bisa mendapatkan nilai sempurna alias sedang-sedang saja ya nggak apa-apa, asal sudah berusaha. Yang pasti karena IPK adalah nilai kumulatif dari mata kuliah “tidak populer” dan “populer”, total nilai kita akan tetap tinggi tho. Lha kan kita sudah jadi the first rank untuk mata kuliah “tidak populer” … hihihi.
Akhir semester silakan dilihat nilai IPK atau raportnya, saya yakin nilai anda akan meningkat. Kalau masih belum naik, lanjutkan tahap 1 dan 2 di semester berikutnya. Kalaupun sampai akhir kuliah tidak naik-naik juga, ya apa boleh buat, memang level kekuatan anda seperti itu. Mungkin anda kurang berdoa, kurang sholat malam atau kurang puasa senin-kamis, sehingga ridha dan “lucky” dari yang Diatas tidak menyertai anda. Tapi jangan khawatir, IPK bukan segalanya, masih banyak cara lain dan perlu juga dicatat banyak orang sukses yang IPKnya hancur kok. Untuk yang sudah ber-IPK bagus, jangan cepat puas apalagi sombong dan takabur, karena faktor-faktor itulah yang membuat orang seperti anda tidak sukses ketika masuk ke dunia kerja.
Terakhir, sekali lagi, IPK nggak penting karena hanya masalah dasar saja. Makanya, kalau IPK yang dasar saja sudah jatuh duluan, gimana yang lain … hehehe
Sabtu, 24 Januari 2009
4 Jenis Mahasiswa, Anda termasuk yang mana ?
tulisan ini saya kutip dari Sdr. Romi Satria, yang menurut saya bagus untuk diketahui oleh kita smua, khususnya yang masih kuliah.
Pada saat menjadi mahasiswa baik di program S1, S2 maupun S3 di Jepang, saya mengalami berbagai proses pembelajaran yang kadang bikin geli kalau mengingatnya sekarang. Proses belajar ternyata membuat jenis dan karakter saya berubah-ubah. Kadang saya nggak sadar dengan ketidakmampuan saya, tapi kemudian kenyataan menyadarkan saya bahwa saya tidak mampu, dan akhirnya setelah saya belajar keras saya jadi sadar apa saja kemampuan saya. Di sisi lain agak sedikit berbahaya ketika saya tidak sadar dengan kemampuan saya. Jadi kayak bunglon dong? Hmm lebih tepatnya bunglon darat ;). Terus saat ini anda termasuk jenis mahasiswa yang mana? Mari kita lihat bersama.
1. Mahasiswa Yang Tidak Sadar Akan Ketidakmampuannya (Unconsciously Incompetent)
Tahun 1994, kehidupan saya di Jepang di mulai. Saya beserta 14 orang yang lain sekolah bahasa Jepang di Shinjuku, nama sekolahnya Kokusai Gakuyukai. 1 tahun belajar bahasa Jepang, kita berhasil menghapal sekitar 1000 kanji. Kemampuan bahasa Jepang level 1 menurut Japanese Language Proficiency Test alias Nihongo Noryoku Shiken. Kebetulan karena saya senang nggombalin orang ngomong, percakapan bahasa Jepang saya cukup terasah (pera-pera). Di Kokusai Gakuyukai, kita juga diajari pelajaran dasar untuk Matematika, Fisika dan Kimia. Ini juga nggak masalah. Kurikulum Indonesia yang padat merayap plus rumus-rumus cepat ala bimbel :D, membuat soal-soal jadi relatif mudah dikerjakan. Karena saya newbie di dunia komputer, padahal harus masuk jurusan ilmu komputer, saya beli komputer murah untuk saya oprek. Newbie? yah bener, saya gaptek komputer waktu itu. Saya kerja keras, saya bongkar PC, saya copoti card-cardnya karena pingin tahu, sampe akhirnya rusak hehehe. Terus nyoba mulai install Windows 3.1. Lebih dari 3 bulan, tiap malam saya keloni terus itu komputer, jadi lumayan mahir lah. Tahun 1995, masuk ke Saitama University dengan sangat PD dan semangat membara :). Nah pada tahap ini saya sebenarnya masuk ke jenis mahasiswa yang tidak sadar akan ketidakmampuannya. Dikiranya semua sesuai dengan yang dibayangkan dan diangankan.
2. Mahasiswa Yang Sadar Akan Ketidakmampuannya (Consciously Incompetent)
Masuk kampus, ternyata bekal kanji 1000 huruf nggak cukup. 1000 kanji itu level anak SD atau SMP di Jepang. Saya perlu lebih dari 30 menit untuk membaca 1 halaman buku textbook pelajaran, padahal orang Jepang hanya perlu 2-3 menit :( Kemahiran percakapan juga nggak banyak menolong karena mahasiswa Jepang membentuk grup-grup. Saya satu-satunya mahasiswa asing di Jurusan, nggak kebagian teman, meskipun sudah kerja keras tegur sapa, ngajak kenalan, nanya jam, nanya mata pelajaran, dsb. Matematika, Fisika, dan Kimia sebenarnya mudah, hanya masalahnya karena Kanji terbatas, kadang saya nggak ngerti yang ditanyain apa. Jadi kadang saya kerjasama dengan mahasiswa Jepang disamping saya, dia ngerti apa yang ditanyain, tapi nggak bisa ngerjakan. Sebaliknya saya nggak ngerti yang ditanyain, tapi sebenarnya bisa ngerjain … hehehe. Untuk praktek di lab komputer, ternyata semua pakai terminal Unix (Sun), sama sekali nggak ada mesin yang jalan under (Microsoft) Windows. Yang pasti, harus sering mainin command line di shell, untuk ngedit file hanya bisa pakai emacs, browsing hanya bisa pakai mosaic, laporan harus pakai latex, buat program harus pakai bahasa C atau perl (CGI) untuk yang berbasis web. Kenyataan membuat saya sadar akan ketidakmampuan saya :).
3. Mahasiswa Yang Sadar Akan Kemampuannya (Consciously Competence)
Karena sadar bahwa banyak hal yang ternyata saya belum mampu, yang saya lakukan adalah belajar keras. Saya kurangi tidur, saya perbanyak baca, perbanyak beli buku, beli kamus elektronik, banyak diskusi dengan teman-teman mahasiswa Jepang. Saya mulai banyak bermain-main dengan Linux dan FreeBSD di rumah untuk kompatibilitas dengan tugas kampus. Nyambung internet dengan dialup, mulai belajar mengelola server, mulai membuat program kecil-kecilan dengan bahasa C dan Perl. Banyak kerja part time, mulai dari nyuci piring, interpreter, code tester dan programmer. Saya mulai aktif di dunia kemahasiswaan, baik di dalam kampus maupun di luar kampus, termasuk ikut mengurusi Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang sampai pernah terpilih jadi ketua umumnya. Knowledge dan skill di kampus terasah, experience dan manajemen keorganisasian juga terasah. Alhamdulillah saya mulai banyak punya teman Jepang, kadang makan bareng, main bareng atau ngoprek komputer bareng di asrama mereka. Untuk menambah ilmu kadigdayaan (sebenarnya sih untuk keperluan kerja part time ;) ), saya menambah peliharaan komputer di apartemen dengan Apple Macintosh dan beberapa Unix machine.
Tahun pertama dan kedua terlewati dengan baik, nilai lumayan dengan nuansa penuh kegembiraan. Saya berusaha semaksimal mungkin “menjual” kemampuan saya, baik dalam bentuk jasa alias sebagai interpeter, lecturer, programmer, software engineer, maupun dalam kemasan produk software yang saya buat (sistem informasi rumah sakit, sistem informasi periklanan, web application, network management system, dsb). Alhamdulillah saya sudah bisa mandiri dan mendapat banyak pengalaman dan keuntungan finansial mulai tahun ketiga kehidupan saya di Jepang, sehingga akhirnya saya putuskan menikah “dini” supaya lebih tenang, aman dan sehat ;). Nah pada masa ini jenis saya adalah semakin sadar akan kemampuan saya :).
4. Mahasiswa Yang Tidak Sadar Akan Kemampuannya (Unconsciously Competence)
Saya banyak ngejar kredit di tahun 1 dan 2, dengan harapan bisa tobikyu (loncat tingkat), meskipun saya kemudian nggak minat lagi karena ternyata di Jepang kalau kita loncat langsung ke program Master (S2), ijazah S1 nggak diberikan oleh Universitas. Resiko besar kalau saya balik Indonesia tanpa ijazah S1, urusan birokrasi pemerintahan (PNS) akan merepotkan, apalagi kalau nanti nyalon jadi walikota semarang, bisa kena pasal ijazah palsu … hehehe. Akhirnya tingkat 3 kuliah banyak kosong (sudah terambil di tingkat sebelumnya). Part time juga saya lebih selektif, hanya di bidang garapan saya saja, yang bisa kerja remote dan lebih bebas waktunya. Tidak ada lagi tempat untuk kerja kasar nyuci piring atau angkat karung. Saya terpaksa ambil mata kuliah jurusan lain untuk menjaga ritme kampus. Meskipun kadang ditolak professor pengajar, karena saya ambil mata kuliah semacam combustion, teknologi pendidikan, sistem tata kota, dsb yang nggak ada hubungan dengan computer science. Akhirnya karena keasyikan ngambil kredit, nggak sadar kelebihan kredit. Total terambil 170 kredit, padahal syarat lulus S1 hanya 118 kredit :D.
Sehari hampir 18 jam di depan komputer, kecuali tidur sekitar 6 jam, tugas kampus juga saya kerjakan dengan baik. Akhirnya masuklah saya ke masa, “nggak ngerti lagi mau ngapain di Internet” :D. Saya mulai suka iseng dan banyak aktif di dunia underground dengan berbagai nama samaran. Saya kadang membuat program looping tanpa stop untuk mbangunin admin kampus, alias men-downkan server karena overload CPU dan memori. Kadang nge-brute force account teman untuk ambil passwordnya, sehingga bisa baca email-email cintanya ;). Sampai akhirnya saya pernah kena skorsing 3 bulan karena ngecrack account professor-professor di kampus. Nah di masa ini, saya berubah jenis sebagai mahasiswa yang nggak sadar bahwa punya kemampuan untuk berbuat negatif dan merusak kestabilan kampus :).
Di sisi lain, saya banyak mendapatkan knowledge di Universitas, formal language dan automata, software project management, software metrics, requirement engineering, dsb yang pada saat dapat kita mikirnya ini nanti dipakai dimana yah :). Tapi ternyata semua itu bekal yang cukup berguna ketika harus masuk ke dunia industri dan menggarap project-project yang lebih riil. Kondisi seperti ini juga termasuk dalam posisi yang tidak sadar akan kemampuannya :)
Bagaimanapun juga mahasiswa sebaiknya di arahkan untuk menjadi jenis ke-3, yang sadar akan kemampuannya dan menggunakan kemampuannya untuk hal-hal positif. Kalaupun ada mahasiswa yang dengan skillnya terjebak tindakan negatif, pembimbing ataupun dosen juga harus bijak mensikapi. Bagaimanapun juga ini semua adalah proses belajar dan proses pematangan diri. Sebagai tambahan, 4 hal diatas diformulasikan orang dan terkenal dengan nama teori Experiential Learning. Lalu anda termasuk yang mana? Silakan dijawab sendiri.
Yang paling penting, apapun jenis anda, jangan pernah menyerah dan tetap dalam perdjoeangan !
Selasa, 13 Januari 2009
Materi UAS Akuntansi Biaya Kelas Sore
Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah Akuntansi Biaya (Kelas Sore)akan dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2008. Materi Kuliah yang akan diujikan berasal dari materi kuliah yang disampaikan setelah UTS, al: Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja,BOP dan materi yang akan disampaikan sebelum UAS, yaitu: Departementalisasi BOP dan Metode Harga Pokok Proses.
Rabu, 24 Desember 2008
Kisi-Kisi UAS AKUNTANSI BIAYA
Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah Akuntansi Biaya (Kelas Pagi)akan dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2008. Materi Kuliah yang akan diujikan berasal dari materi kuliah yang disampaikan setelah UTS, al: Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja,BOP dan materi yang akan disampaikan sebelum UAS, yaitu Departementalisasi BOP dan Metode Harga Pokok Proses.
Untuk materi kuliah yang belum disampaikan akan diberikan pada hari/tgl. Rabu, 7 Januari 2009, jam 15.30, Jum'at 9 Januari 2009 dan 16 Januari 2009 pada jadwal seperti biasa dimulai jam 9.30
Kisi-Kisi UAS EKOP
Ujian Akhir Semester EKOP akan dilaksanakan sesuai jadwal yaitu, tanggal 13 Januari 2009, untuk materi kuliah yang diujikan berasal dari materi yang disampaikan setelah UTS,(klik pada sub bahasan yang diinginkan) al: Pengorganisasian Koperasi,Koperasi dalam Sistem Pasar, Marketing Koperasi, SDM Koperasi, Leadership Koperasi,Lap.Keuangan Koperasi.
Materi Kuliah Akuntansi Biaya, pokok bahasan Biaya Overhead Pabrik
Rabu, 17 Desember 2008
Pengumpulan Tugas EKOP
Pengumpulan Tugas Kuliah EKOP
Untuk mahasiswa yang belum mengumpulkan tugas Mata Kuliah Ekonomi Koperasi, ditunggu sampai dengan tanggal 30 Desember 2008 jam 13.00
setelah dikumpulkan setiap mahasiswa yang telah mengumpulkan tugas diwajibkan untuk dapat memberikan komentar yang telah dikumpulkan oleh temannya minimal memberikan komentar untuk 2 tulisan dari tugas yang telah dikumpulkan. perincian tugas
Tugas yang sudah masuk a.n:Robin,Euis,Mia,Heri,Adi ,Supriyatna ,Sekar ,Nurdin ,Hevi Diani, selengkapnya......
Selasa, 09 Desember 2008
SELAMAT IDUL ADHA 1429 H
SEMOGA IBADAH QURBAN DAN SEGALA BENTUK PENGORBANAN KITA DITERIMA OLEH ALLAH SWT. AMIN.
Meneladani Ketulusan Cinta Nabi Ibrahim Khalilullah,
” Sesungguhnya Kami telah menganugerahkan kepadamu karunia yang berlimpah.Maka dirikanlah shalat untuk Tuhanmu, dan berkurbanlah. Sesungguhnya musuh-musuhmu itulah yang terputus dari rahmat ALLAH. ” ( Al- Kautsar 1-3 )
Ibadah QURBAN – seperti tersirat dari arti kata tersebut – bertujuan untuk mendekatkan kita kepada ALLAH.Kedekatan kepada ALLAH itu, sebagaimana telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS, ditempuh dengan jalan mempersembahkan yang terbaik yang kita miliki untuk ALLAH, kekasih sejati kita.
Seperti tercatat dalam sejarah, untuk membuktikan bahwa ALLAH lebih ia cintai dari apapun dan siapapun, Nabi Ibrahim AS rela menjalankan semua perintah ALLAH. Bahkan perintah yang paling amat dikasihinya. Berkat ketaatan, dan kemurnian cintanya kepada ALLAH, Ibrahim AS, dianugerahi ALLAH keberkahan hidup, rezeki dan keturunan yang mulia, nama yang selalu dikenang, menjadi teladan bagi manusia , dan gelar paling indah Khalilullah ; kekasih ALLAH. Seperti firman ALLAH :
” Dan kami ganti anak itu dengan seekor kibas yang besar. Kami abadikan pujian yang baik dikalangan generasi yang datang kemudian. Kesejahteraan dilimpahkan kepada Ibrahim. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. ” ( Ash Shaffaat 107-110 ).
Rasulullah SAW sebagai pelanjut ajaran yang dibawa Nabi Ibrahim AS, sangat menganjurkan umatnya untuk berqurban. Hampir setiap tahun Nabi selalu berkurban atas nama prbadi atau keluarganya. Kepada para sahabatnya Nabi SAW pun senantiasa menasehatkan untuk selalu berkurban. Sebuah peringatan yang sangat keras ditujukan kepada mereka yang enggan melaksanakan ibadah qurban :
” Siapa saja yang sudah memilki kemampuan untuk berqurban, tetapi tidak berqurban, maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami.”
Begitu besar keinginan para sahabat untuk berqurban. Sampai-sampai Ibnu Abbas, datang menghadap Nabi SAW mengutarakan keinginannya untuk berqurban, tapi ia tidak punya cukup uang. Rasul SAW menyuruhnya membeli sekerat daging, lalu memasaknya dan memberikannya kepada fakir miskin. Bilal Sang Mu’adzin Rasul, berqurban dengan seekor ayam jantan. Semuanya karena didorong oleh rasa cinta dan keinginan untuk mempersembahkan yang terbaik untuk ALLAH SWT. Itulah inti dan semangat ibadah QURBAN !
Senin, 01 Desember 2008
Menghitung IPK ( Indeks Prestasi Ketakwaan)
Saya tertarik dengan tulisan dari fiqihsantoso.wordpress.com,kayaknya bias juga kita terapkan buat teman2.
Ketakwaan didefinisikan sebagai mengerjakan apa yang diperintah oleh Allah dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya. Jika dikaji dengan keilmuan, definisi di atas merupakan definisi konseptual. Jika dibuat definisi operasionalnya, salah satu yang dapat mencerminkan ketakwaan adalah amal yang dilakukan, selain dari niat yang malaikat saja tidak tahu.
Sejak aku kenal dengan mutabaah amal harian timbul ide untuk membuat sebuah evaluasi yang terkuantifikasi. Ide ini berlandaskan sebuah ayat Barangsiapa mengerjakan kebaikan sebesar dzarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, pasti dia akan melihat balasannya pula(QS Az-Zalzalah: 7-8). Di samping itu, salah seorang sahabat Rasulullah SAW, Umar bin Khattab ra. pernah memberikan wejangan kepada umat Islam agar sering muhasabah..Hasibuu qobla antuhaasabuu. Hisablah dirimu sebelum dihisab oleh Allah SWT.Hasibuu qobla antuhaasabuu. Hisablah dirimu sebelum dihisab oleh Allah SWT.
Nah, karena pada saat itu terpengaruh oleh obsesi meningkatkan IPK, maka tercetuslah sebuah metode untuk menghisab amal yaumi dan isa memberikan semangat untuk membuat IPK (Indeks Prestasi Ketakwaan) menjadi cum laude atau perfect dapat 4,00. Namun, dari pengalaman yang ada, teknik pengukuran IPK ini memiliki beberapa poin yang perlu jadi pegangan...
1. Konsistensi. Dinamika dari manusia bisa mempengaruhi mood untuk beribadah. Lebih baik mengutamakan konsistensi meskipun amal yang dilakukan sedikit. Hal ini sebagaimana perkataan rasulullah SAW, Amal yang paling disukai oleh Allah adalah yang paling kekal meskipun sedikit. (H.R. Muttafaq Alaih dari Aisyah ra.)
2. Terus meningkat. Jenis amalan dan standar penilaian disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Tetapi perlu dilakukan evaluasi atau target yang dapat memberikan sebuah momentum untuk meningkatkan standar untuk penilaian. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW menyatakan: Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka itulah orang yang beruntung, Dan barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka itulah orang-orang yang merugi
3. Dahulukan kualitas daripada kuantitas. Jika kita beribadah tanpa ruh dan hanya ingin meningkatkan IPK ini? Cepat-cepat sadar kembali, tetap saja IPK ini hanya sebagai alat bantu. Adanya ruh dan kesungguhan dalam beribadah tetap nomor 1!
Jenis amal yaumi dan standar
Secara teknis, IPK akan dihitung dalam siklus 1 minggu, karena ada ibadah yang dapat dihitung seminggu , misalnya qiyamullail, sholat sunnah dhuha, dan puasa sunnah Senin-Kamis(meskipun jika standarnya harian bisa juga jadi harian). Jenis ibadah terserah jumlah yang mau dievaluasinya. Contohnya begini....
a. Harian
Shalat fardu berjamaah (A=5x, B=4x, C=3x, D=2x, E<1)
Shalat sunnah rawatib (A=5x, B=4x, C=3x, D=2x, E,1)
Infak (A>2.000, B=1.500-1.900, C=1.000-1.400, D=500-900, E=0-400)
Tilawah (A=2 juz, B=1,5 juz, C=1 juz, D=0,5 juz, E<0,5)
Bacaan Islam (A=20 halaman, B=15, C=10, D=5, E<5)
Dzikir (Tasbih, Tahmid, Takbir, Tahlil, dan Istighfar) (A=masing-masing 200 kali, B=150x, C=100x, D=50x, E<50)
b. Mingguan
Puasa Sunnah (A=2 kali, C=1 kali, E=0)
Qiyamullai (A=5 kali, B=4 x, C=3x, D=2x, E<2x)
Doa Rasulullah pagi-petang (Al-Matsurot) (A=5 kali, B=4x, C=3x, D=2x, E<2)
Riyadhoh (olahraga) (A=4 jam, B= 3 jam, C=2 jam, D=1 jam, E<1 jam)
Jadi, total 10 amal yaumi yang akan dihitung....
Contoh kasus dan penghitungan
Jenis amal Ah Sn Sl R K J Sb
Shlt frd A A A A B C A
Slt rwtb A B A B C C B
Infak B C C C B D A
Tilawah A B C C B A C
Baca Islam B C A A B D E
Dzikir B A C D A A C
Puasa S-K - v - - - - - (1x)
QL v v - - - v v (4 x)
Al-Mtsr v v v - v v v (6 x)
Olh Rg 20 10 60 - 30 - 45 (165 menit)
Dengan menghitung nilai mutu seperti hitung IPK kuliah, jadinya...
Slt frd 25
Slt rwtb 21
Infk 17
Til 20
Bac Isl 17
Dzik 20
Pua S-K 2x = C = 2×7 = 14
QL 4x = B = 3×7 = 21
Al-M 6x = A = 4×7 = 28
OR 165 menit = C = 2×7 = 28
Lalu jumlahkan sepuluh amal di atas...
Jadi IPK-nya = 221 dibagi 70 (10 amal x 7 hari) = 3,15
Mudah kan caranya? Silahkan mencoba dan jadikan harimu lebih bermakna...
Jumat, 24 Oktober 2008
Pengumuman
- Sistem Informasi Keuangan (reguler) akan diisi oleh mata kuliah Pemeriksaan Akuntansi I pada hari Senin jam 13.00 - 15.30
- Sistem Informasi Keuangan (sore) akan diisi oleh mata kuliah Perpajakan pada hari Senin jam 18.30 - 21.00
- Pengantar Ekonomi Mikro (reguler) akan diisi oleh Pengantar Akuntansi I pada hari Rabu jam 13.00 - 15.30
demikian pemberitahuan ini dibuat. atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

